Halaman

Jumat, 01 Februari 2013

10 Seri Game yang Melenceng Dari Akarnya!


Kreativitas memang tampil tanpa batas. Hampir tidak ada satupun “tembok” jelas yang mampu menahan otak untuk menciptakan sebuah ide, konsep, bahkan dunia baru, seaneh apapun. Walaupun demikian, kreativitas justru mampu menjadi bumerang yang keras dan brutal apabila ia dihadapkan pada sebuah produk dengan akar yang kuat dan jelas. Parahnya lagi, ketika produk ini memiliki basis fans yang kuat dan didistribusikan secara komersial dengan pangsa pasar yang luas. Hal inilah yang mungkin terjadi pada beberapa franchise besar game saat ini. Kebutuhan untuk terus merilis seri terbaru dan mempertahankan kesuksesan sebuah franchise justru seringkali berujung pada mimpi buruk. Sebuah seri game yang melenceng dari akar yang membuatnya dicintai.

Sebelum kita membahas seri game yang melenceng dari akarnya, kita tentu harus mendefinisikan dengan jelas terlebih dahulu pengertian dari kategori yang satu ini. Seri spin-off tentu tidak termasuk di dalamnya, karena seri-seri game seperti ini memang selalu didesain dengan gaya dan fokus permainan yang berbeda untuk menciptakan pengalaman gaming franchise yang lebih bervariasi. Begitu juga dengan seri reboot, yang terlepas dari signifikansi perbedaan desain dan cerita dari seri game awalnya, masih seringkali tampil dengan intisari game yang hampir serupa. Kita membahas sebuah seri game yang memang diciptakan untuk menyandang “nama besar” sebuah franchise, namun berakhir sebagai sebuah game yang “nyaris” berbeda. Hal ini tidak selamanya berakhir buruk, karena tidak sedikit yang justru menjadikannya sebagai kesempatan untuk semakin memantapkan identitas franchise yang dibawanya.

Jadi, seri game apa saja yang lahir melenceng dari akar franchisenya sendiri? Cut to the chase, here are the top 10 games:


10. Metal Gear Rising: Revengeance



Tidak ada gamer yang dapat memungkiri bahwa Raiden, mau tidak mau, harus diakui sebagai salah satu karakter ninja paling keren yang pernah hadir di industri game. Tokoh protagonis yang diperkenalkan Kojima di Metal Gear Solid 2 ini perlahan namun pasti mendapatkan porsi cerita yang lebih penting di seri kelanjutan MGS, termasuk di seri terakhir MGS 4 untuk Playstation 3. Popularitasnya sendiri bahkan dapat disandingkan dengan tokoh utama MGS sendiri – Snake. Kharisma dan aura eksistensi Raiden yang begitu kuat akhirnya mendorong Kojima untuk menciptakan sebuah game terpisah untuknya – Metal Gear Rising. Di awal, ia didesain sebagai sebuah seri game spin-off, namun seiring perkembangannya, terutama ketika Platinum Games masuk mengambil alih, MG Rising: Revengeance kini diposisikan sebagai sebuah seri sekuel resmi dengan plot yang terus berlanjut. Lupakan semua yang Anda tahu tentang seri Metal Gear selama ini yang begitu identik dengan sisi stealthnya, karena Revengeance hadir sebagai sebuah game hack and slash murni. Tidak ada kebutuhan untuk bersembunyi. Yang Anda butuhkan hanyalah mengangkat pedang, memotong semua hambatan yang ada di depan mata, dan mengagungkan nama Raiden di setiap nyawa yang berhasil dicabut.

9. Ace Combat – Assault Horizon



Nama Ace Combat sebagai sebuah game flight arcade memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan mendefinisikan genre ini dengan begitu baik. Perlahan namun pasti, setiap seri terbaru selalu disuntikkan dengan penambahan fitur yang membuat pertarungan udara ini semakin intens dan epik. Salah satu yang terbaik? Tentu saja kesempatan untuk menjadi squad leader dan memberikan perintah kepada anggota tim Anda untuk menyerang, bertahan, atau menghancurkan target-target tertentu. Namun semua ini berubah ketika Project Aces dan Namco Bandai merilis Assault Horizon di tahun 2011 silam. Walaupun tetap datang dengan inti genre yang sama, Assault Horizon lebih berfokus pada visualisasi sinematik ala Hollywood dengan dog-fight mode dan kesempatan untuk menjajal pertempuran sebagai helikopter tempur. Tidak diragukan lagi, ia menjadi sebuah seri Ace Combat yang benar-benar berbeda.

8. Ghost Recon: Future Soldiers



Tidak ada alasan untuk tidak mencintai Ghost Recon: Future Soldiers. Ia tampil sebagai sebuah game military shooter berkualitas dengan pengalaman bermain yang begitu intens dan visualisasi yang keren. Hampir sebagian besar penggemar game military shooter akan jatuh cinta padanya, bahkan dari pandangan pertama. Namun, Future Soldiers bukanlah sebuah game Ghost Recon yang selama ini dikenal oleh para penggemar franchise yang satu ini. Selain fokus cerita di masa depan dengan beragam teknologi mengagumkan yang kini dapat Anda terapkan, Future Soldiers juga muncul dalam genre yang jauh berbeda – third person shooter. Walaupun demikian, perbedaan ini tidak langsung menurunkan kualitasnya sebagai sebuah game military shooter. Ghost Recon: Future Soldiers mungkin hadir melenceng dari akarnya, namun ia tumbuh sebagai sebuah akar baru potensial untuk sebuah jajaran baru Ghost Recon yang lebih epik di masa depan.

7. Silent Hill: Book of Memories



Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Silent Hill? Sebagian besar dari kita mungkin langsung akan mengasosiasikannya dengan sebuah game yang sempat tampil begitu menakutkan di awal kemunculannya. Namun seiring dengan kemunculan beberapa seri terbaru di beragam platform yang ada, Silent Hill perlahan namun pasti, tercabut dari akar franchisenya sendiri. Kota kabut yang sepi dengan bunyi sirine yang menyeramkan mungkin masih menjadi setting yang secara konsisten dihadirkan, namun dengan perubahan gameplay yang kian signifikan. Salah satu terburuk? Seri yang sedang dipersiapkan – Silent Hill: Book of Memories untuk Playstation Vita. Ia bahkan tidak lagi tampil dalam third person shooter, melainkan sebuah game dengan kamera isometrik dengan sisi aksi yang sangat kental. Kekuatan utamanya? Tidak lagi horror, melainkan pengalaman di sisi multiplayernya sendiri.

6. Ridge Racer: Unbounded



Dari semua franchise racing yang ditawarkan oleh industri game, Ridge Racer boleh terbilang sebagai satu dari sedikit game racing yang memiliki ciri khasnya sendiri. Di masa lalu, nama besarnya begitu kuat dan berkarakter, hingga mencapai popularitas yang tidak perlu diragukan lagi. Namun, sesuatu yang berbeda dan kacau terjadi seri terbaru – Unbounded. Tidak hanya sekedar tercabut dari akar franchisenya, seri ini bahkan tidak memiliki ciri khas Ridge Racer sama sekali. Ia justru mengesankan ciri dengan kemiripan yang begitu kentara dengan franchise game racing lainnya – Burnout. Kesempatan untuk menghancurkan lawan dan bangunan, serta tingkat kesulitan yang menantang membuat game ini sama sekali tidak pantas untuk menyandang nama Ridge Racer sama sekali. Tidak lagi sekedar tercabut, seri ini sudah terbang meninggalkan akarnya.

5. Call of Juarez: The Cartel



Berusaha untuk mengikuti tren yang sedang terjadi di industri game? Tidak selamanya langkah seperti ini akan berujung kepada kesuksesan, terutama jika akar dari franchise ini begitu unik dan berbeda dengan game-game serupa lainnya di pasaran. Hal inilah yang mungkin terjadi pada Call of Juarez dan seri terakhrinya – The Cartel. Selama ini, Call of Juarez selalu dikenal sebagai sebuah game action first person yang menjadikan dunia Wild West dengan para cowboy sebagai setting yang paling utama. Mengubahnya secara drastis menjadi pertarungan antara polisi melawan para pengedar narkoba di masa modern? Bukan sebuah keputusan yang baik. Usaha Call of Juarez: The Cartel  untuk menghadirkan hal ini justru menjadi sebuah bumerang yang fatal. Asosiasinya yang begitu kuat dengan konsep dunia Wild West membuat seri ini mendapatkan kritik yang pedas.

4. Diablo 3



Bagaimana mungkin seri game yang sangat diantisipasi sejak bertahun-tahun ini masuk ke dalam list kami? Ini mungkin menjadi pertanyaan sebagian besar dari Anda. Secara kasat mata Diablo 3 memang tidak banyak berbeda dibandingkan seri Diablo terdahulu. Ia tetap datang dengan sudut kamera isometrik dengan gaya gameplay action RPG yang masih mengandalkan klik mouse Anda. Namun ketika Anda menjajalnya secara langsung, Anda akan langsung dihadapkan pada sebuah seri yang benar-benar jauh berbeda. Tidak lagi ada kebebasan untuk membangun karakter, gameplay yang bergantung pada penggunaan skill, dan pengalaman yang lebih bergantung pada multiplayer onlinenya. Tidak hanya itu saja, replayability muncul dari prospek ekonomi yang dimunculkan oleh Auction House, sebuah konsep yang terhitung dangkal. Secara kasat mata, ia terlihat sama, namun ketika Anda melihatnya lebih dalam, Diablo 3 adalah sebuah game yang begitu berbeda dibandingkan akarnya.

3. Final Fantasy X-2



Anda tidak bisa disebut sebagai seorang penggemar game JRPG jika belum pernah menjajal sebuah seri Final Fantasy sama sekali. Terlepas dari kritik dan kualitasnya yang dianggap menurun, Final Fantasy tetap berhak mendapatkan pengakuan sebagai sebuah franchise yang mendefinisikan game JRPG itu sendiri. Dari semua seri Final Fantasy yang kini sudah mencapai angka belasan, Final Fantasy X-2 boleh terbilang sebagai yang pertama mengawali “kebiasaan” buruk yang satu ini. Mengapa? Eksistensinya saja sendiri sudah membuktikan betapa lepasnya seri ini dari akarnya. Final Fantasy X-2 menjadi seri pertama yang diposisikan sebagai sebuah seri sekuel sepenuhnya. Parahnya lagi? Ia hadir dalam cerita dan mekanisme yang cukup absurd, sehingga merusak nilai dan pengalaman bermain yang begitu baik dibangun oleh Final Fantasy X. Final Fantasy X-2 adalah seri FF yang seharusnya tidak pernah muncul dan dirilis.

2. Resident Evil 5




Capcom secara terbuka sudah mengakui bahwa Resident Evil kini akan lebih dikenal sebagai sebuah game action daripada survival-horror, dibandingkan dengan seri-seri awal yang sempat mereka rilis di masa kejayaan Playstation dulu. Seri yang mengawali tren ini? Beberapa mungkin menyimpulkan Resident Evil 4 yang mengawali tren ini, namun kami sendiri melihat Resident Evil 5 lah yang melempar franchise ini ke kubu action yang murni. Terlepas dari pengalamannya yang intens dan terkadang masih mampu mengejutkan, Resident Evil 5 tidak membawa ciri sebuah game Resident Evil sama sekali, bahkan hingga di level puzzle nya sekalipun. Ia menjadi semacam batu pijakan baru yang akhirnya membantu Capcom untuk membawa franchise ini ke arah baru. Resident Evil 5 tidak lagi hanya sekedar menjadi sebuah seri yang melepaskan dirinya dari sang akar, tetapi melayang dan menetap di tanah yang baru, dengan akar yang baru pula. Tidak ada lagi survival-horror untuk nama yang satu ini. Resident Evil 5 menjadi cermin untuk melihat seri-seri RE selanjutnya yang akan Anda temukan di masa depan.

1. Splinter Cell: Conviction



Ada dua kemungkinan yang bisa mendasari keberhasilan kami menyelesaikan sebuah seri Splinter Cell: Pertama, sebuah keajaiban. Kedua, ia bukan sebuah seri Splinter Cell seperti yang kami kenal. Perasaan inilah yang mungkin terjadi ketika Splinter Cell: Conviction dirilis di pasaran. Walaupun Ubisoft sudah memperlihatkan kecenderungan perubahan genre di Double Agent, Conviction semakin mempertegas jalur action yang kini lebih kental daripada ciri stealhnya sendiri. Sam Fisher diposisikan tidak hanya mampu menyembunyikan diri sendiri dan membunuh para musuhnya secara sembunyi-sembunyi, tetapi juga mampu menggunakan senjata api dan pertarungan tangan kosongnya yang luar biasa. Jika di masa lalu, cahaya menjadi musuh terbesar, maka di Conviction, Anda bahkan dapat tampil superior, dengan cahaya sekalipun. Tidak dapat dipungkiri, Splinter Cell: Conviction adalah sebuah seri dengan akar Splinter Cell yang begitu lemah.


Di atas adalah 10 seri game yang menurut kami pribadi, merupakan seri dengan identitas yang melenceng dari akar franchisenya sendiri. Beberapa tampil dengan begitu baik, namun tidak sedikit yang justru meruntuhkan nama baik yang terbangun selama ini di industri game. Jangan ragu untuk meninggalkan komentar, saran, ataupun kritik, jika Anda merasa ada game yang pantas untuk masuk ke dalam list di atas. Feel free to comment!

Sabtu, 19 Januari 2013

Otaku Dari Indonesia Mewawancarai Danny Choo!!


Seorang otaku dari Indonesia mewawancarai Danny Choo yang merupakan seorang figur yang banyak di kenal di kalangan otaku di dunia, ia juga seorang yang memperkenalkan pop culture Jepang ke berbagai negara. Otaku dari Indonesia ini bernama Nugra, ia memulai sebuah channel di Youtube pada bulan Desember 2012 dengan judul "Jurnal Otaku Indonesia" yang merupakan sebuah talkshow dengan otaku dan animanga yang menjadi topik bahasannya. Mari kita lihat seperti apa wawancaranya di video berikut~ (gomen jika layar video terlihat sangat kecil dan membuat mata sakit, link youtube dapat dilihat disini)



Wawancara ini membahas bagaimana dan apa langkah selanjutnya yang Danny rencanakan untuk dihadirkan di Indonesia. Sebelumnya Danny telah meluncurkan kartu prabayar di Malaysia dengan gambar maskot karakter Mirai Suenaga, dan saat ini Danny sedang memikirkan apa yang akan ia hadirkan untuk otaku di Indonesia. Danny juga menceritakan mengenai bagaimana ia sampai ke Indonesia dan juga kesan dan pesan sewaktu ia datang ke Jakarta pada saat AFA ID 2012 September lalu.

Yah itulah wawancara yang dibawakan oleh Jurnal Otaku Indonesia, untuk kedepannya semoga Danny akan lebih banyak menghadirkan sesuatu untuk otaku di Indonesia. Kunjungi juga channel Youtube dan page Facebook Jurnal Otaku Indonesia dan ikuti apa yang akan mereka bawakan untuk otaku di Indonesia ^^


Danny Choo: "Indonesia Mantap!" XD

Senin, 07 Januari 2013

Manfaat punya Couple Cewek Sesama Otaku

Beriku ini adalah manfaat punya couple cewek sesama otaku.Here they are :

1. Wawasannya pasti luas
Yes, punya cewek berwawasan luas, terutama di bidang hobby yang kamu suka? KALAU SAYA SIH GA AKAN NOLAK! XD

Asli, story developmentnya pasti asik, everyday life yang selalu rame dan ga monoton. Subarashii--! =u=


2. 100% chance to ACCEPT YOUR OTAKU HOBBY!! XD
Ga perlu dijelasin lagi, ini udah super asik! >w<

3. Dia lagi Bad Mood? Ga perlu bingung, 3-4 keping DVD anime favoritnya pasti bisa bikin dia tenang.

4. Ga perlu takut dia selingkuh
Why?  Karena dia pasti punya suami 2D (sama kayak saya punya Miku-tan, waifu 2D). Apa hubungannya? Well, couple 2D itu 'dinding' nya para otaku dalam milih pasangan hidup (bagi beberapa orang mungkin ga). Gimana mau selingkuh kalau dalam hidupmu ada 2 pria Perfect yang nemenin everyday-life kamu? XD
(Perfect-nya dalam artian kamu mikir dia perfect, walaupun tiap orang itu ga sempurna ya-- OwO)


5. Rekomendasi Shoujo Manga dari dia
Maksudnya? Pernah mikir 'dia pengen hadiah apa ya?' pas hari ulang taun dia, or 'dia pengen aku kayak gimana sih?' pas berantem?
Well, curhat yang baik adalah curhat yang langsung pada orangnya. Dirimu ga akan bingung kalau punya couple seorang cewek otaku, karena apapun, yang ada, dalam, shoujo manga, pasti akan diidam-idamkan, oleh para wanita! (bukan otaku aja kadang suka teriak2 pengen punya cowok kayak chara manga itu, apalagi masternya, OuO)

6. Hemat uang buat ongkir kalau beli Nendo/Figma/Barang2 Hobby. (dafuq?! =w=)

miku-tan : yatta XD

7. Ga perlu bingung buat ajak kencan keluar. Cukup nonton Clannad, Angel Beats!, Kaichou wa Maid-sama atau Amagami SS di rumah dengan suasana romantisme pasti bakalan bikin Saturday Night kita lebih epic. =u=

8. Ekspresi dia dalam tiap keadaan pasti ga bakalan jauh dari ekspresi dari Manga/Anime.
Lebih memudahkan, kan? Kalau dia lagi ngambek, terus masuk fase Tsun-tsun, ga perlu bingung lagi harus ngapain, cukup ketahui flagnya dan ambil choice yang tepat. Boom! Dere-dere mode! >u<


9. Last, dan yang paling saya suka : BISA DIAJAK COSPLAY COUPLE!
Sweet moments last longer. Yes, F*ck YEA!! XD
Ga perlu takut dan kagok lagi mengekspresikan cinta! Bisa kontes+lovey dovey tanpa peduli kata orang, dan yang paling penting : selalu ada cinta di tiap detik yang kita lalui. (AHEM! XD)


Maybe, semua itu too good to be true. But, who knows, right? XD
Tapi, semua orang itu berbeda, fakta mungkin lebih menguras air mata daripada yang ada disini.

Minggu, 06 Januari 2013

Rekomendasi Anime untuk Orang yang Tidak Menonton Anime

Beberapa orang di Indonesia kadang menganggap anime sebelah mata dan ada juga yang malah merendahkannya. Orang-orang yang merasa dewasa juga kadang menganggap anime hanya untuk anak kecil, padahal banyak sekali anime yang bertuliskan 12+ sampai 18+ (biarpun banyak yg dibawah umur ikutan nonton XD). Nahh~ disini para anime fans mengambil suara untuk menentukan anime apa yang cocok dan direkomendasikan kepada orang yang tidak menonton anime yang nantinya dapat mengubah pandangan mereka terhadap anime. Berikut adalah hasil suaranya.

1. CLANNAD    (444 Suara)



Tidak disangka CLANNAD mendapatkan suara terbanyak dan menjadi anime yang direkomendasikan. Dari yang saya lihat para pemberi suara memilih Clannad nampaknya karena Clannad mempunyai cerita yang dapat dikosumsi oleh semua orang. Ceritanya yang menyenangkan menceritakan sebuah drama persahabatan, perjuangan, dan cinta yang begitu jelas didukung background music klasik dan solo piano yang diciptakan oleh Jun Maeda membuat suasana latar menjadi nyaman dan menjadi sesuatu yang ditunggu oleh penonton (saya sampe punya semua albumnya X3). Beberapa episode di season 2 sebelum ending yang sangat menyentuh sempat membuat semua orang menangis dan rasa tidak sabar untuk menunggu episode selanjutnya (Nagisa.. hiks~ T^T).

2. Code Geass    (239 Suara)


Tidak heran jika Code Geass terpilih menjadi anime yang direkomendasikan. Cerita yang luar biasa dari Code Geass pastinya dapat membuat pandangan orang terhadap anime berubah drastis, cerita politik yang kental, strategi yang jelas dan akurat, cerita per karakter yang unik, mecha yang dikendalikan untuk bertarung, dan kekuatan supernatural semuanya dicampur menjadi satu hingga menjadi cerita yang begitu luas dan hebat. Cara yang digunakan untuk menjatuhkan lawan dan memecahkan masalah selalu unik dan berbeda hingga menjadi sesuatu yang sangat ditunggu. Endingnya yang sangat tidak diduga pun membuat penonton ingin menyaksikannya dua kali (saya jadi pengen nonton lagi :3).

3. Angel Beats!    (209 Suara)


Yayyy Angel Beats! terpilih menjadi yang direkomendasikan~ X3. Menurut saya Angel Beats memang layak mendapatkannya, gambarnya yang begitu indah dan cerita mengenai kehidupan setelah mati yang disusun sangat baik benar-benar layak untuk ditonton, kisah per karakter yang menjelaskan bagaimana perjuangan mereka saat masih hidup sangat menyentuh tapi tidak lupa Angel Beats mempunyai komedi yang sanggat menghibur dan aksi pertarungan yang dahsyat. Lagi-lagi Jun Maeda mengisi background music dan theme song yang dapat membuat penonton menikmati suasana latarnya. Cerita yang tidak dapat diduga membuat satu episode sangat lah berharga, endingnya pun sangat menyentuh dan membuat semua penggemarnya menuntut untuk dibuat season selanjutny~

4.   Mahou Shoujo Madoka Magika    (208 Suara)


5.   Natsume Yuujinchou    (201 Suara)



6.   Nichijou    (129 Suara)



7.   Hanasaku Iroha    (118 Suara)



8.   GOSICK    (117 Suara)



9.   Kimi ni Todoke    (114 Suara)



10. K-ON    (100 Suara)



11. Card Captor Sakura    (98 Suara)



12. Tiger & Bunny    (98 Suara)




13. Minami-ke    (95 Suara)



14. Hidamari Sketch    (94 Suara)



15. Mahou Shoujo Lyrical Nanoha    (68 Suara)



16. Yosuga no Sora    (63 Suara)

14461 - chibi wallpaper Yosuga no Sora

17. Digimon Adventures    (59 Suara)



18. Seikon no Qwaser    (58 Suara)



19. AIR    (56 Suara)

Air Anime Wallpaper #2

20. Cowboy Bebop    (52 Suara)



sumber : animewan 


Sabtu, 05 Januari 2013

Daftar Anime Musim Dingin 2012-2013

Saat ini di Jepang sudah memasuki musim dingin yang dimulai dari bulan Desember 2012 sampai Februari 2013, artinya anime baru untuk kita semua ^o^. Berikut adalah bagan untuk anime musim dingin 2012-2013 mendatang.


ANIME



BD/DVD/OVA/SPECIALS


MOVIE

Jumat, 04 Januari 2013

Game Fighting “Seksi” Senran Kagura Akan Hadir di PS Vita!


Nama Senran Kagura tentu tidak asing lagi di telinga para gamer dan otaku, terutama mereka yang memiliki handheld Nintendo 3DS. Pernahkah Anda pensaran mengapa Nintendo 3DS, handheld terakhir milik Nintendo begitu sukses di pasar Jepang? Selain kebijakan pemotongan harga yang membuatnya lebih bersahabat, Nintendo 3DS juga secara konsisten menghadirkan game-game yang sesuai dengan selera gamer Jepang yang sebagian darinya, merupakan otaku yang loyal. Selain game love-simulation ala Love Plus, game-game yang mengahdirkan desain karakter dalam gaya anime yang lucu juga menjadi konten yang paling mumpuni. Menambahkannya dengan desain tubuh yang busty? Maka Anda akan menyaksikan sebuah popularitas seperti yang diterima oleh game fighting “seksi” – Senran Kagura.

Game yang dikembangkan oleh Marvelous AQL ini memang memiliki basis fans yang terhitung kuat. Walaupun datang dengan mekanisme gameplay yang sederhana, ia memiliki pesona lain yang sulit ditolak, desain karakter yang kesemuanya wanita dengan dada besar dan pakaian yang seksi berhasil menarik perhatian para gamer Jepang. apalagi oleh para gamer pria. Benar sekali, kita sedang membicarakan desain karakternya yang sebagian besar wanita-wanita super seksi. Dengan desain ala anime yang apik, Senran Kagura selalu menawarkan fan-service dalam porsi lebih dan jarang mengecewakan. Setelah sempat memperkuat Nintendo 3DS, Marvelous AQL akhirnya akan mengadaptasikan seri terbarunya untuk handheld andalan Sony –Playstation Vita.

Marvelous AQL memperkenalkan Senran Kagura Shinovi Versus untuk Playstation Vita. Dengan perangkat keras PS Vita yang lebih kuat, seri terbaru ini tentu tampil dengan visualisasi yang lebih baik. Tidak hanya itu saja, Marvelous juga menjanjikan physics dada terbaik dari keseluruhan seri yang sempat muncul di franchise ini sebelumnya. Beberapa karakter baru akan dihadirkan di dalamnya, dengan tambahan fitur yang lebih luas untuk menghancurkan pakaian mereka. Gamer tentu dijanjikan sebuah pengalaman fan-service yang lebih intens dengan seri PS Vita ini.


Dengan berbagai penambahan fitur, fan-service, dan visualisasi yang lebih baik, Senran Kagura: Shinovi Versus akan membuka potensi PS Vita untuk pasar yang lebih puas. Marvelous AQL menawarkan pengalaman yang lebih “intens”.

Sejak konfirmasi kehadirannya, Marvelous AQL sendiri memang sudah mengklaim bahwa seri Shinovi Versus ini akan mengusung beragam fitur baru yang belum pernah ada di seri sebelumnya, termasuk masalah kehancuran kostum. Menjadi identitas yang tidak tergantikan dari Senran Kagura, siapa yang menyangka bahwa pernyataan Marvelous yang satu ini tidak main-main. Tidak hanya terbagi dalam dua fase, Anda kini dapat menghancurkan kostum karakter hingga tingkat ketiga. Lantas apa yang Anda dapatkan? Tidak lagi hanya sekedar pakaian yang terkoyak secara sensual, para karakter wanita dengan atmosfer anime yang kental ini akan benar-benar tampil tanpa busana, dengan beberapa bagian tubuh yang tentu masih ditutupi. Wow!


What!!!




Marvelous AQL tampaknya tidak main-main ketika menyatakan bahwa Senran Kagura Shinovi Versus akan datang dengan tingkat kehancuran kostum yang baru. Mereka benar-benar “total” melakukannya.


Senran Kagura Shinovi Versus ini sendiri rencananya akan dirilis pada 28 Februari 2013 mendatang, eksklusif untuk Playstation Vita. Dengan konten yang boleh terhitung eksplisit seperti ini, tidak akan mengherankan jika banyak otaku yang akan sangat mengantisipasi kehadirannya. Apakah Anda termasuk salah satunya?