Halaman

Sabtu, 09 Februari 2013

25 Judul Game Teraneh Setelah Diterjemahkan


Apa yang membuat sebuah sebuah video game tampil begitu keren di mata para gamer, apalagi bagi kita yang tinggal di kawasan di luar negara-negara maju? Sebagian besar dari Anda mungkin akan menjawab gameplay, sebagian lainnya menyebut visualisasi, dan tidak sedikit yang mungkin cinta karena plot dan keunikan musik yang dihadirkan. Namun, ada satu alasan yang mungkin seringkali diremehkan dan tidak pernah dianggap penting, namun ternyata memainkan peranan yang krusial ketika “dihilangkan” begitu saja. Percaya atau tidak, kita sedang membicarakan pemilihan bahasa Inggris sebagai bahasa utama untuk semua game-game besar ini.

Bahasa Inggris memang kini diposisikan sebagai bahasa komunikasi utama masyarakat secara global dan menjadi salah satu bahasa yang harus dipelajari untuk memastikan diri dapat bertahan dari arus globalisasi yang kian lancar. Namun bagi para penggemar video game, bahasa Inggris  juga memiliki satu fungsi lain yang tidak mungkin terdengar konyol, namun harus diakui kebenarannya. Benar sekali, bahasa yang digunakan sebagian besar developer dan publisher game di seluruh dunia ini membuat semua judul game, narasi, dan percakapan yang ada menjadi jauh lebih mudah dinikmati daripada yang sesungguhnya. Tidak percaya? Anda bisa saja melakukan translasi semua hal ini ke dalam bahasa Indonesia untuk mendapatkan gambaran yang nyata.

Tidak sedikit game yang kita nikmati ini sebenarnya tidak menghadirkan judul yang cukup kuat atau menjual. Sebagian besar bahkan tidak menggambarkan sama sekali gameplay yang akan mereka tawarkan di dalamnya. Namun anehnya, pembawaan bahasa Inggris di dalamnya membuat otak gamer menjadi lebih mudah memberikan toleransi dan melihatnya sebagai sesuatu yang tetap memesona. Tidak percaya? Kami akan mencoba melakukan sebuah eksperimen sederhana. Apakah Anda akan tertarik untuk memainkan game-game ini jika kami melakukan translasi untuk setiap judulnya dengan menggunakan bahasa Indonesia? Artikel ini tentu saja ditujukan untuk hiburan dan tawa semata, tetapi sekaligus juga untuk membuktikan “teori” kami ini.

Untuk membuat segala sesuatunya lebih menarik, kami tidak akan menyertakan judul bahasa inggris sama sekali untuk artikel ini dan hanya memperlihatkan judul game yang sudah ditranslasikan. Anda dapat menebak game apa yang berusaha kami hadirkan lewat potongan screenshot yang juga kami sertakan untuk setiap judul ini.

Jadi, apa saja 25 judul game teraneh setelah diterjemahkan ke bahasa Indonesia?


25. Aspal


Bayangkan jika judul Indonesia ini yang dijual, bisa-bisa Anda mengira akan bermain sebagai mobil perata aspal panas..

24. Bukit Sunyi


Seperti nama kompleks perumahan mewah di kota-kota besar?

23. Senjata Liar


Senjata Liar? Senjata yang tidak mengikuti perintah tuannya dan bergerak secara otomatis?

22. Fantasi Terakhir


Mmmmm…fantasi…fantasi..

21. Perlengkapan Bersalah


Ingat, apapun hasil dari pertarungan ini, yang bersalah adalah perlengkapan yang digunakan, bukan karakternya!

20. Efek Massa


Efek massa? Apakah kita berbicara tentang siapa yang lebih gemuk?


19. Gulungan Tua


Seberapa hebatnya gulungan tua ini sampai Anda harus menjelajahi keseluruhan dunia dan membunuh para naga?

18. Jatuh Bebas


Jatuh bangun aku……..mengejarmu…

17. Jauh Berbeda


Pertanyaan paling utama: Jauh Berbeda dari apa?

16. Supir


Anda bukan karakter utama. Anda bukan seorang polisi super dengan nilai moral yang tidak dapat dipengaruhi. Anda hanyalah seorang supir.

15. Hujan Deras


Hujan deras!! Yeay!

14. Kediaman Iblis


Tok! Tok! Apakah benar ini……..kediaman Iblis?

13. Kebutuhan untuk Ngebut


Broooooommmmmm….

12. Penjarah Makam


Cantik, sensual, kuat, dan pemberani. Pekerjaan? Penjarah makam. What the..

11. Anjing Tidur


Ini bukan soal anjing dan ini bukan soal tidur..

10. Gempa


Tenang saja, Anda tidak perlu khawatir soal peringatan Tsunami setelahnya..

9. Kotoran


Apakah Anda tertarik memainkan sebuah game balapan dengan judul besar KOTORAN di depannya?

8. Tepi Cermin


Kesempatan untuk ber-narsis ria?

7. Setengah Hidup


Kemana lagi setengahnya?! Ini menjadi misteri terbesar.

6. Ditinggal untuk Mati


Teganya…Teganya.. Teganya…

5. Hidup atau Mati


ni bukan lagi soal wanita-wanita cantik yang bertarung satu sama lain. Ini soal hidup atau mati!

4. Panggilan Tugas: Perang Modern 3


Tidak terdengar seperti nama sebuah game FPS yang akan sukses luar biasa di industri game bukan?

3. Iblis Boleh Nangis


Sebuah judul sinetron? Romansa ala Romeo-Juliet?

2. Hanya Karena


“Hanya karena” itu seharusnya menjadi semacam kata sambung untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua hal, bukan frasa yang cocok untuk sebuah judul video game action

1. Curanmor


Tahukah Anda bahwa game open-world yang paling Anda antisipasi saat ini berjudul Curanmor 5?How cool is that?


25 Judul game di atas saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa penggunaan bahasa Inggris memang membuat semua game-game ini tampil memesona dan keren, bahkan dari judulnya saja. Sementara ketika Anda menerjemahkan setiap darinya, maka sebagian besar gamer Indonesia akan berhadapan dengan kenyataan bahwa judul sebuah game seringkali tidak bermakna, bahkan tidak melambangkan konten yang ditawarkan sama sekali. Harus diakui, beberapa bahkan tampil melebihi batas absurd sebagai sebuah judul game. Bagian tersulitnya? Tren seperti ini bahkan tidak akan berhenti hingga masa yang akan datang. Anda akan menemukan lebih banyak judul game yang mungkin akan semakin bertambah aneh.

Sekali lagi, artikel ini dibuat hanya untuk hiburan dan humor semata, tanpa bermaksud untuk menyerang, merendahkan, atau menyudutkan siapapun. Jangan ragu untuk meninggalkan komentar dan berdiskusi jika Anda merasa ada judul game yang lebih pantas untuk masuk ke dalam list di atas ini, tentu saja beserta dengan translasi untuknya. Feel free to comment!

Kamis, 07 Februari 2013

Upcoming Game Release: Februari 2013


Bagi seorang gamer, ada kepuasan yang tidak terlukiskan ketika  menyambut kehadiran game-game berkualitas yang sudah diantisipasi selama ini. Kehidupan seolah menjadi jauh lebih lengkap ketika game-game ini bermunculan di depan mata dan mampu digenggam. Setelah melewati masa paceklik yang cukup membuat frustrasi di dua bulan terakhir ini, distribusi game baru akhirnya kembali normal di industri game. Kesempatan untuk merasakan game-game baru akhirnya dimulai kembali di tahun 2013!

Bulan Februari 2013 ini tampaknya akan menjadi bulan yang menyenangkan dan menarik bagi semua gamer. Bagaimana tidak? Sebagian besar game yang rencananya akan dirilis merupakan judul yang sudah lama diantisipasi. Beberapa di antaranya merupakan seri terbaru dari franchise raksasa lawas, monumen kebangkitan franchise yang hampir “mati”, dan proyek ambisius yang selama ini dirumorkan sebagai yang terbaik di kelasnya. Bulan ini akan menjadi “surga” bagi gamer, terutama para gamer konsol.

Jadi game apa saja yang dirilis pada bulan Februari 2013 ini? Kami akan membaginya per tanggal untuk memudahkan Anda.


4 Februari 2013

Fire Emblem: Awakening



  • Genre: RPG
  • Publisher: Nintendo
  • Platform: Nintendo 3DS

5 Februari 2013

Fist of North Star: Ken’s Rage 2



  • Genre: Action
  • Publisher: Tecmo Koei
  • Platform: Playstation 3, XBOX 360

The Elder Scrolls V: Skyrim – Dragonborn



  • Genre: RPG
  • Publisher: Bethesda
  • Platform: PC

Dead Space 3



  • Genre: Action
  • Publisher: EA
  • Platform: PC, Playstation 3, XBOX 360

Sly Cooper: Thieves in Time



  • Genre: Platformer
  • Publisher: Sony Computer Entertainment
  • Platform: Playstation 3, Playstation Vita

Special Forces: Team X



  • Genre: Action
  • Publisher: Micropose, Atari
  • Platform: XBOX 360, PC

12 Februari 2013

Sonic & All-Stars Racing Transformed



    • Genre: Racing
    • Publisher: SEGA
    • Platform: Nintendo 3DS

    Omerta: City of Gangsters



    • Genre: RPG, simulation
    • Publisher: Kalypso
    • Platform: XBOX 360, PC

    Aliens: Colonial Marines



    • Genre: Action
    • Publisher: SEGA
    • Platform: PC, Playstation 3, XBOX 360

    19 Februari 2013

    Assassin’s Creed III – The Tyranny of King Washington (DLC)



    • Genre: Action
    • Publisher: Ubisoft
    • Platform: PC, Playstation 3, XBOX 360

    Metal Gear Rising: Revengeance



    • Genre: Action
    • Publisher: Konami
    • Platform: Playstation 3, XBOX 360

    Crysis 3



    • Genre: Shooter
    • Publisher: Electronic Arts
    • Platform: PC, Playstation 3, XBOX 360

    26 Februari 2013

    Rayman Legends



    Dynasty Warriors 7 Empires



    • Genre: Action
    • Publisher: Tecmo Koei
    • Platform: Playstation 3

    Etrian Odyssey IV: Legends of the Titan



    • Genre: RPG
    • Publisher: Atlus
    • Platform: Nintendo 3DS

    28 Februari 2013

    Might & Magic Heroes VI: Shades of Darkness



    • Genre: RPG
    • Publisher: Ubisoft
    • Platform: PC
    Semua tanggal rilis di atas didasarkan pada versi bahasa Inggris untuk setiap game dan tanggal pemasarannya di dunia Barat. Tidak tertutup kemungkinan tanggal perilisan ini akan berubah sesuai dengan keinginan developer. Tanggal yang berbeda juga mungkin terjadi pada saat perilisannya di Indonesia, resmi maupun tidak resmi.

    Sabtu, 02 Februari 2013

    Peluncuran PlayStation 4 Tinggal Menghitung Hari?


    Beberapa lama setelah rumornya mulai beredar, kabar tentang konsol gamePlayStation 4 dari Sony kembali terdengar. 


    Kali ini pihak Sony sendiri yang mengumumkan bakal menggelar acara bertajuk PlayStation Meeting 2013 pada 20 Februari mendatang. Diperkirakan, Sony akan memperkenalkan PlayStation generasi keempat pada acara bertema "Melihat Masa Depan" tersebut.

    Bahkan, menurut kutipan dari The Verge, konsol game generasi berikutnya dari Sony itu disebutkan bakal mulai memasuki pasar pada tahun ini juga


    Rumor tentang kehadiran konsol generasi selanjutnya memang sudah mengemuka sejak tahun 2012 silam. Usia konsol generasi saat ini yang tidak mampu lagi mengkomodasi kebutuhan engine para developer dan bersaing dengan teknologi PC yang tumbuh pesat menjadi desakan bagi para produsen untuk meluncurkan perangkat dengan teknologi yang lebih kuat. Bagi Sony, masa depan ini bertumpu pada sang  senjata utama – Playstation 4 “Orbis” yang spesifikasi dan detailnya sempat menyebar di dunia maya. Setelah lama berdiam diri dan menolak untuk berkomentar tentang rumor apapun, Sony tampaknya tidak lagi dapat menahan diri.

    Boleh jadi, Sony dan Microsoft (Xbox) akan melempar penerus dari konsol game masing-masing dalam waktu yang berdekatan.

    Untuk PlayStation 4 sendiri, Sony dilaporkan berencana lebih menekankan pada aspek social gaming(multiplayer).

    Raksasa elektronik asal Jepang itu juga disebut akan lebih memfokuskan Playstation 4 pada "perubahan cara pengguna berinteraksi dengan konsol game" ketimbang peningkatan spesifikasi hardware.

    Soal yang satu ini, PlayStation 4 kabarnya akan menggunakan chip bikinan AMD sebagai prosesor utama dan pemroses grafisnya sehingga berpotensi menghalangi kompatibilitas dengan judul-judulgame  PlayStation 3 yang dirancang untuk arsitektur Cell.

    Adapun drive optik disebutkan akan tetap tersedia meski sempat terdengar bakal dihilangkan oleh Sony. 



    Merilis sebuah video teaser di Playstation Blog, Sony langsung menarik perhatian industri game dengan cepat. Bagaimana tidak? Video teaser yang satu ini memang tidak memperlihatkan konten eksplisit sama sekali, namun memuat satu pesan jelas yang cukup untuk membuat semua mata gamer memandang. Lewat sekelibat bentuk yang yang masih misterius, Sony mengajak gamer untuk “melihat masa depan”. Teaser ini kemudian ditutup dengan satu tanggal: 20 Februari 2013. Apakah ini merupakan teaser pengenalan Playstation 4 “Orbis”? Sebagian besar media menghadirkan spekulasi yang sama.

    “See the Future”, ungkap Sony. Apakah tanggal 20 Februari 2013 ini akan menjadi tanggal pengumuman konsol generasi terbaru mereka – Playstation 4 “Orbis”? Semoga saja.
    Harapan semua gamer tentu saja sama, berharap bahwa tanggal ini memang akan berujung pada pengenalan konsol generasi terbaru Sony untuk publik. Semoga saja, ini bukan “sesuatu” yang berhubungan Playstation Move atau Playstation Network lagi? We had enough!




    Jumat, 01 Februari 2013

    10 Seri Game yang Melenceng Dari Akarnya!


    Kreativitas memang tampil tanpa batas. Hampir tidak ada satupun “tembok” jelas yang mampu menahan otak untuk menciptakan sebuah ide, konsep, bahkan dunia baru, seaneh apapun. Walaupun demikian, kreativitas justru mampu menjadi bumerang yang keras dan brutal apabila ia dihadapkan pada sebuah produk dengan akar yang kuat dan jelas. Parahnya lagi, ketika produk ini memiliki basis fans yang kuat dan didistribusikan secara komersial dengan pangsa pasar yang luas. Hal inilah yang mungkin terjadi pada beberapa franchise besar game saat ini. Kebutuhan untuk terus merilis seri terbaru dan mempertahankan kesuksesan sebuah franchise justru seringkali berujung pada mimpi buruk. Sebuah seri game yang melenceng dari akar yang membuatnya dicintai.

    Sebelum kita membahas seri game yang melenceng dari akarnya, kita tentu harus mendefinisikan dengan jelas terlebih dahulu pengertian dari kategori yang satu ini. Seri spin-off tentu tidak termasuk di dalamnya, karena seri-seri game seperti ini memang selalu didesain dengan gaya dan fokus permainan yang berbeda untuk menciptakan pengalaman gaming franchise yang lebih bervariasi. Begitu juga dengan seri reboot, yang terlepas dari signifikansi perbedaan desain dan cerita dari seri game awalnya, masih seringkali tampil dengan intisari game yang hampir serupa. Kita membahas sebuah seri game yang memang diciptakan untuk menyandang “nama besar” sebuah franchise, namun berakhir sebagai sebuah game yang “nyaris” berbeda. Hal ini tidak selamanya berakhir buruk, karena tidak sedikit yang justru menjadikannya sebagai kesempatan untuk semakin memantapkan identitas franchise yang dibawanya.

    Jadi, seri game apa saja yang lahir melenceng dari akar franchisenya sendiri? Cut to the chase, here are the top 10 games:


    10. Metal Gear Rising: Revengeance



    Tidak ada gamer yang dapat memungkiri bahwa Raiden, mau tidak mau, harus diakui sebagai salah satu karakter ninja paling keren yang pernah hadir di industri game. Tokoh protagonis yang diperkenalkan Kojima di Metal Gear Solid 2 ini perlahan namun pasti mendapatkan porsi cerita yang lebih penting di seri kelanjutan MGS, termasuk di seri terakhir MGS 4 untuk Playstation 3. Popularitasnya sendiri bahkan dapat disandingkan dengan tokoh utama MGS sendiri – Snake. Kharisma dan aura eksistensi Raiden yang begitu kuat akhirnya mendorong Kojima untuk menciptakan sebuah game terpisah untuknya – Metal Gear Rising. Di awal, ia didesain sebagai sebuah seri game spin-off, namun seiring perkembangannya, terutama ketika Platinum Games masuk mengambil alih, MG Rising: Revengeance kini diposisikan sebagai sebuah seri sekuel resmi dengan plot yang terus berlanjut. Lupakan semua yang Anda tahu tentang seri Metal Gear selama ini yang begitu identik dengan sisi stealthnya, karena Revengeance hadir sebagai sebuah game hack and slash murni. Tidak ada kebutuhan untuk bersembunyi. Yang Anda butuhkan hanyalah mengangkat pedang, memotong semua hambatan yang ada di depan mata, dan mengagungkan nama Raiden di setiap nyawa yang berhasil dicabut.

    9. Ace Combat – Assault Horizon



    Nama Ace Combat sebagai sebuah game flight arcade memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan mendefinisikan genre ini dengan begitu baik. Perlahan namun pasti, setiap seri terbaru selalu disuntikkan dengan penambahan fitur yang membuat pertarungan udara ini semakin intens dan epik. Salah satu yang terbaik? Tentu saja kesempatan untuk menjadi squad leader dan memberikan perintah kepada anggota tim Anda untuk menyerang, bertahan, atau menghancurkan target-target tertentu. Namun semua ini berubah ketika Project Aces dan Namco Bandai merilis Assault Horizon di tahun 2011 silam. Walaupun tetap datang dengan inti genre yang sama, Assault Horizon lebih berfokus pada visualisasi sinematik ala Hollywood dengan dog-fight mode dan kesempatan untuk menjajal pertempuran sebagai helikopter tempur. Tidak diragukan lagi, ia menjadi sebuah seri Ace Combat yang benar-benar berbeda.

    8. Ghost Recon: Future Soldiers



    Tidak ada alasan untuk tidak mencintai Ghost Recon: Future Soldiers. Ia tampil sebagai sebuah game military shooter berkualitas dengan pengalaman bermain yang begitu intens dan visualisasi yang keren. Hampir sebagian besar penggemar game military shooter akan jatuh cinta padanya, bahkan dari pandangan pertama. Namun, Future Soldiers bukanlah sebuah game Ghost Recon yang selama ini dikenal oleh para penggemar franchise yang satu ini. Selain fokus cerita di masa depan dengan beragam teknologi mengagumkan yang kini dapat Anda terapkan, Future Soldiers juga muncul dalam genre yang jauh berbeda – third person shooter. Walaupun demikian, perbedaan ini tidak langsung menurunkan kualitasnya sebagai sebuah game military shooter. Ghost Recon: Future Soldiers mungkin hadir melenceng dari akarnya, namun ia tumbuh sebagai sebuah akar baru potensial untuk sebuah jajaran baru Ghost Recon yang lebih epik di masa depan.

    7. Silent Hill: Book of Memories



    Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Silent Hill? Sebagian besar dari kita mungkin langsung akan mengasosiasikannya dengan sebuah game yang sempat tampil begitu menakutkan di awal kemunculannya. Namun seiring dengan kemunculan beberapa seri terbaru di beragam platform yang ada, Silent Hill perlahan namun pasti, tercabut dari akar franchisenya sendiri. Kota kabut yang sepi dengan bunyi sirine yang menyeramkan mungkin masih menjadi setting yang secara konsisten dihadirkan, namun dengan perubahan gameplay yang kian signifikan. Salah satu terburuk? Seri yang sedang dipersiapkan – Silent Hill: Book of Memories untuk Playstation Vita. Ia bahkan tidak lagi tampil dalam third person shooter, melainkan sebuah game dengan kamera isometrik dengan sisi aksi yang sangat kental. Kekuatan utamanya? Tidak lagi horror, melainkan pengalaman di sisi multiplayernya sendiri.

    6. Ridge Racer: Unbounded



    Dari semua franchise racing yang ditawarkan oleh industri game, Ridge Racer boleh terbilang sebagai satu dari sedikit game racing yang memiliki ciri khasnya sendiri. Di masa lalu, nama besarnya begitu kuat dan berkarakter, hingga mencapai popularitas yang tidak perlu diragukan lagi. Namun, sesuatu yang berbeda dan kacau terjadi seri terbaru – Unbounded. Tidak hanya sekedar tercabut dari akar franchisenya, seri ini bahkan tidak memiliki ciri khas Ridge Racer sama sekali. Ia justru mengesankan ciri dengan kemiripan yang begitu kentara dengan franchise game racing lainnya – Burnout. Kesempatan untuk menghancurkan lawan dan bangunan, serta tingkat kesulitan yang menantang membuat game ini sama sekali tidak pantas untuk menyandang nama Ridge Racer sama sekali. Tidak lagi sekedar tercabut, seri ini sudah terbang meninggalkan akarnya.

    5. Call of Juarez: The Cartel



    Berusaha untuk mengikuti tren yang sedang terjadi di industri game? Tidak selamanya langkah seperti ini akan berujung kepada kesuksesan, terutama jika akar dari franchise ini begitu unik dan berbeda dengan game-game serupa lainnya di pasaran. Hal inilah yang mungkin terjadi pada Call of Juarez dan seri terakhrinya – The Cartel. Selama ini, Call of Juarez selalu dikenal sebagai sebuah game action first person yang menjadikan dunia Wild West dengan para cowboy sebagai setting yang paling utama. Mengubahnya secara drastis menjadi pertarungan antara polisi melawan para pengedar narkoba di masa modern? Bukan sebuah keputusan yang baik. Usaha Call of Juarez: The Cartel  untuk menghadirkan hal ini justru menjadi sebuah bumerang yang fatal. Asosiasinya yang begitu kuat dengan konsep dunia Wild West membuat seri ini mendapatkan kritik yang pedas.

    4. Diablo 3



    Bagaimana mungkin seri game yang sangat diantisipasi sejak bertahun-tahun ini masuk ke dalam list kami? Ini mungkin menjadi pertanyaan sebagian besar dari Anda. Secara kasat mata Diablo 3 memang tidak banyak berbeda dibandingkan seri Diablo terdahulu. Ia tetap datang dengan sudut kamera isometrik dengan gaya gameplay action RPG yang masih mengandalkan klik mouse Anda. Namun ketika Anda menjajalnya secara langsung, Anda akan langsung dihadapkan pada sebuah seri yang benar-benar jauh berbeda. Tidak lagi ada kebebasan untuk membangun karakter, gameplay yang bergantung pada penggunaan skill, dan pengalaman yang lebih bergantung pada multiplayer onlinenya. Tidak hanya itu saja, replayability muncul dari prospek ekonomi yang dimunculkan oleh Auction House, sebuah konsep yang terhitung dangkal. Secara kasat mata, ia terlihat sama, namun ketika Anda melihatnya lebih dalam, Diablo 3 adalah sebuah game yang begitu berbeda dibandingkan akarnya.

    3. Final Fantasy X-2



    Anda tidak bisa disebut sebagai seorang penggemar game JRPG jika belum pernah menjajal sebuah seri Final Fantasy sama sekali. Terlepas dari kritik dan kualitasnya yang dianggap menurun, Final Fantasy tetap berhak mendapatkan pengakuan sebagai sebuah franchise yang mendefinisikan game JRPG itu sendiri. Dari semua seri Final Fantasy yang kini sudah mencapai angka belasan, Final Fantasy X-2 boleh terbilang sebagai yang pertama mengawali “kebiasaan” buruk yang satu ini. Mengapa? Eksistensinya saja sendiri sudah membuktikan betapa lepasnya seri ini dari akarnya. Final Fantasy X-2 menjadi seri pertama yang diposisikan sebagai sebuah seri sekuel sepenuhnya. Parahnya lagi? Ia hadir dalam cerita dan mekanisme yang cukup absurd, sehingga merusak nilai dan pengalaman bermain yang begitu baik dibangun oleh Final Fantasy X. Final Fantasy X-2 adalah seri FF yang seharusnya tidak pernah muncul dan dirilis.

    2. Resident Evil 5




    Capcom secara terbuka sudah mengakui bahwa Resident Evil kini akan lebih dikenal sebagai sebuah game action daripada survival-horror, dibandingkan dengan seri-seri awal yang sempat mereka rilis di masa kejayaan Playstation dulu. Seri yang mengawali tren ini? Beberapa mungkin menyimpulkan Resident Evil 4 yang mengawali tren ini, namun kami sendiri melihat Resident Evil 5 lah yang melempar franchise ini ke kubu action yang murni. Terlepas dari pengalamannya yang intens dan terkadang masih mampu mengejutkan, Resident Evil 5 tidak membawa ciri sebuah game Resident Evil sama sekali, bahkan hingga di level puzzle nya sekalipun. Ia menjadi semacam batu pijakan baru yang akhirnya membantu Capcom untuk membawa franchise ini ke arah baru. Resident Evil 5 tidak lagi hanya sekedar menjadi sebuah seri yang melepaskan dirinya dari sang akar, tetapi melayang dan menetap di tanah yang baru, dengan akar yang baru pula. Tidak ada lagi survival-horror untuk nama yang satu ini. Resident Evil 5 menjadi cermin untuk melihat seri-seri RE selanjutnya yang akan Anda temukan di masa depan.

    1. Splinter Cell: Conviction



    Ada dua kemungkinan yang bisa mendasari keberhasilan kami menyelesaikan sebuah seri Splinter Cell: Pertama, sebuah keajaiban. Kedua, ia bukan sebuah seri Splinter Cell seperti yang kami kenal. Perasaan inilah yang mungkin terjadi ketika Splinter Cell: Conviction dirilis di pasaran. Walaupun Ubisoft sudah memperlihatkan kecenderungan perubahan genre di Double Agent, Conviction semakin mempertegas jalur action yang kini lebih kental daripada ciri stealhnya sendiri. Sam Fisher diposisikan tidak hanya mampu menyembunyikan diri sendiri dan membunuh para musuhnya secara sembunyi-sembunyi, tetapi juga mampu menggunakan senjata api dan pertarungan tangan kosongnya yang luar biasa. Jika di masa lalu, cahaya menjadi musuh terbesar, maka di Conviction, Anda bahkan dapat tampil superior, dengan cahaya sekalipun. Tidak dapat dipungkiri, Splinter Cell: Conviction adalah sebuah seri dengan akar Splinter Cell yang begitu lemah.


    Di atas adalah 10 seri game yang menurut kami pribadi, merupakan seri dengan identitas yang melenceng dari akar franchisenya sendiri. Beberapa tampil dengan begitu baik, namun tidak sedikit yang justru meruntuhkan nama baik yang terbangun selama ini di industri game. Jangan ragu untuk meninggalkan komentar, saran, ataupun kritik, jika Anda merasa ada game yang pantas untuk masuk ke dalam list di atas. Feel free to comment!